Pelaku Judi Sie Jie Telah Ditangkap Sat Reskrim Polres Kuansing

Badan Reserse Kriminal Polisi Kuansing pada Rabu (6/1/2020) menangkap buku-buku berupa Singapura, Hongkong, dan Sydney. 

Diaun Tabek, pelaku ibukota VA, ditangkap di Warung Kopi Panjang di Desa Koto Taluk, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.

Alat bukti dari pelanggar (BB) diberikan atas nama pelaku dengan 1 (satu) ponsel, buku tabungan dan kartu ATM. 

situs qq online

Kapolsek Kuansing AKBP Henki Poerwanto, SIK, MM membenarkan adanya penangkapan tersebut.

Polsek VA (Ku) menyita 1 unit HP, serta buku tabungan dan ATM atas nama VA,” jelas Hengky.

Henki menuturkan, saat melakukan aksi sebagai penjual, pelaku mendaftarkan rekeningnya di salah satu ponsel miliknya dan menyimpan uang tersebut sebagai deposit di rekening pelaku, yang digunakan untuk membeli banyak atas permintaan pembeli pelaku.

“Setelah diproteksi, ternyata rekening pelaku memiliki riwayat perjudian online, seperti perjudian di Singapura, Hongkong, dan Sydney,” kata Henki.

Jenky bersaksi bahwa pelaku didakwa 10 tahun penjara berdasarkan Pasal 303 KUHP.

Kami telah mengajak masyarakat untuk berperan lebih aktif dalam memberikan informasi kepada Polri jika mengetahui perjudian di daerahnya,” kata Hengky.

Sumber: jnn.co.id

Demi Judi Online Pelaku Ini Tega Melakukan Pemerasan Kepada Warga

Karena kecanduan judi online, Rahmat alias Mad (19), warga Jalan Abikusno, Kecamatan Kertapati, Palembang, bertekad melakukan berbagai tindak pidana di wilayah Polsek Kertapati Palembang dan akhirnya ditangkap polisi.

Diketahui, pelaku ditangkap aparat sekitar pukul 14.00 WIB pada Kamis (31/12/2020) saat berusaha kabur dengan terjun ke sungai dari Jembatan Keramasan, Kecamatan Kertapati, Palembang.

Kapolsek Kertapati Palembang, Iptu Irwan Sidik, dalam pertemuannya di Polres Kertapati mengatakan bahwa pelaku kerap melakukan tindak pidana yang berada di bawah kewenangan Polres Palembang Kertapati.

Padahal, pelaku di wilayah kita telah melakukan lebih dari 50 kejahatan, mulai dari gertakan, mengemis, lompat dari bajing dan lain-lain, ”kata Kapolsek.

Berdasarkan pengakuan pelaku, ia melakukan operasi dengan mengendarai sepeda motor dan bertindak sebagai pengemudi kendaraan, sedangkan dua orang temannya, Aris dan Rio, yang masih buron menjadi eksekutornya.

“Kami sudah tahu identitas pelakunya dan sekarang sedang mengejar dua pelaku lainnya,” kata Sidik.

Sidik menambahkan, tindakan terakhir pelaku sebelum ditangkap adalah pada 6 Oktober 2020 sekitar pukul 12.20 WIB di Jalan Ki Marogan depan SPBU di Kecamatan Kertapati bersama korban Heri Hendrayani.

Sementara itu, pelaku mengaku Gila hanya sebagai supir sedangkan dua temannya menjadi penegak hukum.

“Saya hanya pengemudi, eksekutor dua teman saya. Uang kami bagi dengan tiga. Saya menghabiskan uang untuk judi online,” pungkasnya.

Petugas berhasil mengamankan 2 unit yaitu ponsel Oppo F5, 1 unit dan Vivo V15, serta 1 unit motor Honda Beat BG 2817 ABJ yang digunakannya beraksi. Akibat perbuatannya, pelaku diancam hukuman penjara 7 tahun.

ilustrasi pidana hukuman

baca juga: Polres Payakumbuh Sumbar Bongkar Praktik Perjudian Togel dan Roulette Online

Sumber: intens.news

Bareskrim Polri Gerebek Judi di Bangka Belitung

Direktorat Polisi BaresKrim mengungkapkan, perjudian sedang berlangsung di Arena Permainan (Zelper) di Kawasan Hijau Ruko, Jalan Benteng Bukit Intan, Pangkalpinang dan Kepulauan Bangka Belitung.

Brigjen Ferdie Sambo, Direktur Jenderal Tindak Pidana Poli Bares‌krim, membenarkan adanya tuntutan tersebut.

pkv

Hasilnya, 37 penjahat berhasil diamankan. Ini mencakup 23 pemain, 14 staf dan penyelenggara.

23 pemain aman, inisial M, J, N, EI, A, B, AV, Li, Y, Al, Haidar, Am, AR, Joe, Rid, Su, No, OK, Pull, H, Police Kata unit FRD Sambo, Jumat (14/2/2020).

Penyelenggara aman adalah Manajer Zona Hijau Initial RW, Humas Zona Hijau RE dan Kasir Zona Hijau DR.

Ada delapan wasit berinisial ES, TA, NKK, EA, PJ, TW, Ni, Ye. Kemudian karyawannya yaitu AM, Hu. Bagian Penukaran Uang Bud.

Terdakwa ditangkap dengan sabu. Bud langsung dipindahkan ke Unit Narkotika Kepolisian Penang untuk pemeriksaan lebih lanjut, ”kata Ferdie.

Selain mengamankan pelanggar, penyidik ​​juga menyita barang bukti berupa Rp 50,8 juta, 202 voucher 500 poin, 97 voucher 100 poin, dan 18 kunci mesin.

Sumber: tribunnews.com

Gelapkan Uang Setoran 32 Juta Untuk Judi Online, Kepala Toko Nekat Bakar Minimarket Tempat Kerjanya

Perjudian online di Indonesia semakin mewabah di Indonesia. Saat ini terdapat banyak situs perjudian online seperti situs poker online, togel online, slot machine dan permainan kasino lainnya yang dapat ditemukan dengan mudah di pencarian internet Indonesia.

Bahkan maraknya perjudian online di Indonesia ini mulai memakan korban dan memicu tindakan kriminal lainnya. Salah satunya adalah yang sempat terjadi di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada awal bulan Desember lalu (01/12/2020).

Rekayasa Kebakaran Minimarket Untuk Tutupi Penggelapan Uang Setoran

Dilansir di halaman sindonews, seorang kepala toko sebuah minimarket di Lembang, Kabupaten Bandung Barat nekat membakar minimarket tempatnya bekerja. 

Aksi pelaku yang berinisial MN (26 tahun) ini dikendarai kepanikan dan binggung lantaran uang minimarket yang seharusnya disetorkan justru ludes di area perjudian online. Yang lebih mengejutkan, nominal dari uang setoran yang dihabiskan oleh pelaku ini cukup fantastis yakni sebanyak 32 juta rupiah.

situs judi online

Menurut informasi dari pihak kepolisian yang menangani kasus ini, aksi pembakaran yang dilakukan pelaku bertujuan menyamarkan agar uang setoran minimarket tersebut seakan-akan hangus terbakar atau dicuri oleh orang. 

Namun aksi pelaku ini berhasil diungkap oleh petugas kepolisian yang mengendus adanya kejanggalan pada kejadian kebakaran minimarket tersebut.

Kapolsek Lembang Kompol Sarche Christiati Leo Dima menyebutkan bahwa kejadian pembakaran minimarket oleh pelaku ini sebenarnya terjadi pada akhir bulan November lalu. 

“Kejadiannya terjadi akhir bulan November lalu, pelaku (MN) melakukan pembakaran toko dan barang-barang untuk menghilangkan jejak karena dia menggelapkan uang yang harusnya disetorkan ke perusahaan sebesar Rp 32 juta”, terang Kapolsek Lembang Kompol Sarche Christiati Leo Dima yang dirilis di halaman sindonews.

Polisi Temukan Kejanggalan Pada Peristiwa Kebakaran Minimarket

Dari hasil penyelidikan, pelaku mengakui bahwa aksinya dipicu panik lantaran uang 32 juta yang seharusnya ia setorkan digunakan untuk perjudian online dan ludes seketika. 

Sebelum ide rekayasa pembakaran tersebut terlintas di kepala pelaku, pelaku sempt mengupayakan mencari uang untuk mengganti uang yang ludes di perjudian online tersebut. 

Namun usaha sang pelaku tidak membuahkan hasil. Alhasil ia pun gelap mata dan memilih untuk melaksanakan rekayasa kebakaran minimarket tersebut untuk menutupi kesalahannya.

Rekayasa kebakaran minimarket ini dapat diungkap oleh pihak kepolisian setelah pihak kepolisian menemukan kejanggalan pada kebakaran. Pada kebakaran tersebut, petugas kepolisian tidak menemukan sumber api yang menyebabkan kebakaran.

Saat kejadian, pelaku sempat berteriak bahwa tas penyimpanan uang toko hilang saat petugas pemadam kebakaran dan warga tengah berusaha memadamkan api. Setelah memadamkan api, semua orang yang keluar dari toko pun digeledah untuk menemukan tas yang hilang. Namun tas tersebut tidak ditemukan. 

Sampai pihak kepolisian mencari informasi ke pelaku. Polisi meminta informasi ke pelaku hingga pelaku merasa terdesak dan akhirnya mengakui perbuatannya.

Untuk kejahatan yang dilakukannya, pelaku MN disebut akan dijerat pasal 374 KUHP junto 187 junto 406 tentang penggelapan dan menyebabkan kebakaran secara sengaja dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Omzet Lebih dari 80 Juta, Pelaku Judi Online Ditangkap

Pandemi membuat banyak orang kehilangan pekerjaannya. Hal ini membuat Hendra terlibat dalam permainan judi online bersama beberapa orang lainnya. Atas perbuatannya ini, ia ditangkap oleh pihak kepolisian Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Hendra melakukan aksi ini karena kesulitan ekonomi selama masa pandemi. Ia harus memenuhi kebutuhan untuk kedua anak dan istrinya. 

Proses penangkapan ini terungkap karena adanya informasi dari masyarakat. Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya Kompol Wahyudin Latief menerangkan bahwa petugas kemudian melakukan penyelidikan konvensional maupun penyelidikan secara IT.

Selama masa penangkapan yang dilakukan selama 2 bulan ini, ada banyak kasus serupa yang terjadi. Sehingga ada 13 jenis perjudian dengan 20 tersangka. Dengan jenis permainan togel, togel online, baik itu Singapura maupun Hongkong, bakarat, roulette, judi bola, dan beberapa judi konvensional. 

Baca juga: Aplikasi Game Teratas yang Menghasilkan Uang

situs judi online
ilustrasi

Untuk prosesnya atau kegiatannya ini dengan omzet berbagai macam macam, dan mereka rata rata pelaku cash market, bukan bandar. 

Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa 20 pelaku atau tersangka perjudian itu rata-rata adalah pemasang. Selain judi sutil, ada juga pelaku perjudian online. Bahkan ada pengepul bandar yang pendapatannya perbulan mencapai Rp 80 juta. 

Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita barang bukti berupa 3 laptop, 20 smartphone, uang sejumlah 4 juta, catatan rekap pemasang togel, buku tabungan serta kartu ATM. Para tersangka dijerat pasal 303 ayat 1 atau pasal Undang-Undang No 7 Tahun 74 tentang dengan ancaman hukumannya 5 tahun penjara.

Sumber: www.jawapos.com

Empat Pelaku Judi Togel Ditangkap Polisi dengan Sejumlah Barang Bukti

Polres Pandeglang mengungkap kasus judi togel atau toto gelap dan menangkap empat pelaku. Empat pelaku tersebut di tangkap di Kampung Siliwangi RT/RW 003/006 Desa Panimbang Jaya, Panimbang, Pandeglang pada 23 Agustus 2020. 

Pihak kepolisian yaitu Kasat Reskrim Polres Pandeglang AKP Moh Nandar membenarkan berita tersebut. Mereka telah menangkap empat pelaku perjudian togel Singapore. 

Keempat pelaku tersebut adalah WS berusia 46 tahun, US berusia 39 tahun, AJ berusia 46 tahun, dan S berusia 55 tahun. 

Polisi geram akan pelaku judi online ini, pasalnya sejak pandemi COVID-19, judi online telah membuat resah masyarakat. 

Barang Bukti yang Ditemukan dari Togel Online

casino

Dari penangkapan yang telah dilakukan, polisi menemukan sejumlah barang bukti yaitu uang tunai. Uang tunai tersebut sebesar Rp 1.686.500 dengan rincian uang Rp 100.000 sebanyak 2 lembar. Uang Rp 50.000 sebanyak 12 lembar, Rp 20.000 sebanyak 9 lembar, Rp 10.000 sebanyak 22 lembar, Rp 5.000 sebanyak 59 lembar, Rp 2.000 sebanyak 71 lembar serta uang seribuan sebanyak tiga lembar. 

Tidak hanya uang kertas saja, polisi juga menemukan uang koin yang terdiri dari koin seribuan sebanyak 20 buah serta uang lima ratusan sebanyak 53 koin. 

“Uang yang kami temukan berjumlah Rp 1.686.500 dan telah kami amankan sebagai barang bukti,” papar Nandar. 

Selain uang tunai, pihak kepolisian juga mengamankan satu buah buku tabungan BRI Simpedes atas nama Kaminih, satu buku tafsir mimpi, serta satu buku rumus. 

Tidak diketahui apa tujuan buku tafsir mimpi dan buku rumus tersebut ada, namun polisi tetap mengamankannya untuk penyelidikan lebih lanjut. 

Setelah melakukan penggeledahan, polisi juga menemukan satu buah telepon genggam dengan merek Nokia tipe 105 warna hitam, nota bukti pemasangan berjumlah sembilan buah, serta tabel angka keluar sebanyak dua lembar.

Lebih lanjut, polisi juga mengamankan satu buah laci yang digunakan sebagai tempat penyimpanan dan satu ember yang digunakan untuk menyimpan uang. Diduga seluruh barang tersebut digunakan untuk mendukung proses togel online. 

Berita ini telah ditayangkan oleh media online yaitu JPNN.com dengan judul “Empat Pelaku Judi Togel Digerebek, Barang Buktinya Sebegini”.