Kecelakaan Kerja Konstruksi

Kecelakaan Kerja

Kecelakaan kerja merupakan salah satu hal terburuk yang dapat terjadi kepada setiap pekerja di bidang pekerjaan apapun. Kecelakaan kerja dapat menyebabkan banyak permasalahan kepada pekerja. Terlebih pada pekerjaan konstruksi. Di kawasan konstruksi, terdapat banyak barang berat dan zat zat kimia yang dapat membahayakan pekerja. Barang berat dan zat zat ini dapat menyebabkan kecelakaan kerja. Diantara kecelakaan kerja tersebut adalah luka atau cidera. Luka ataupun cidera tersebut dapat bermacam macam.

Luka ringan seperti luka gores ataupun luka sayat contohnya. Luka ataupun cidera dalam kategori berat dapat dikatakan sebagai luka yang dapat mengakibatkan kecacatan. Luka seperti patah tulang hingga bagian tubuh hilang merupakan luka berat. Selain luka dan cidera, kecelakaan kerja dapat juga mengakibatkan kematian dari pekerja yang terkena kecelakaan kerja. Kedua hal ini tentunya sangat mengerikan dan harus dihindari. Oleh karena itu, penting untuk bisa mengurangi kecelakaan kerja.

Cara yang lazim digunakan untuk mengurangi kecelakaan kerja adalah menggunakan alat safety. Perusahaan yang telah membeli alat safety dari toko alat safety biasanya akan memberikan alat safety tersebut kepada pekerjanya. Namun, hanya dengan menggunakan alat safety terkadang tidak cukup untuk mengurangi kecelakaan kerja. Diperlukan cara cara spesifik dalam mengurangi kecelakaan kerja. Berikut adalah beberapa cara dan tips yang dapat diterapkan untuk mengurangi kecelakaan kerja pada kawasan kerja konstruksi.

Mempersiapkan Prosedur Keselamatan

Tips pertama adalah untuk mempersiapkan kebijakan dan prosedur keselamatan secara formal. Ini secara spesifik mengacu kepada kebijakan dan prosedur keselamatan yang harus diterapkan oleh perusahaan konstruksi tersebut. Sebagai perusahaan konstruksi, sangat penting untuk memiliki kebijakan dan proseduer keselamatan. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat suatu buku pedoman atau buku panduan keselamatan. Didalamnya, perusahaan dapat memuat langkah langkah atau prosedur yang dapat dilakukan guna mencegah kecelakaan di kawasan kerja. Buku pedoman ini kemudian di bagikan kepada pekerja konstruksi.

Untuk pekerja konstruksi secara spesifik, mereka harus bisa membaca dan menaati prosedur dan peraturan keselamatan yang ada. Ini dapat dilakukan dengan membaca satu persatu dan memahami prosedur keselamatan yang ada. Jika ini dilakukan, maka mereka akan mawas diri dan sadar akan bahaya bahaya yang ada. Ini tentunya dapat meminimalisir kecelakaan kerja.

Memasang tanda dan rambu peringatan

Tips selanjutnya dalam mengurangi kecelakaan kerja dalam kawasan konstruksi adalah memasang rambu rambu peringatan disekitaran kawasan berbahaya. Dalam kawasan konstruksi, banyak sekali kawasan berbahaya. Contohnya, disuatu tempat sedang dilakukan perbaikan listrik. Ini dapat memicu terjadinya sentruman jika tidak memakai perlengkapan safety yang tepat. Terkadang, tak semua pekerja yang berada di kawasan konstruksi mengetahui semua kegiatan yang terjadi. Hal ini dikarenakan mereka hanya akan focus pada jobdescnya masing masing.

 Maka dari itu, sangat penting untuk memasang rambu rambu peringatan. Sebagai contoh, memasang rambu peringatan yang bertuliskan “awas benda jatuh” di bawah suatu tempat yang memiliki benda berat. Contoh lain adalah memasang rambu yang bertuliskan “awas listrik” dalam area yang sedang dilakukan pemasangan atau perbaikan listrik. Dengan ini, pekerja yang melintas akan sadar akan bahaya yang ada sehingga akan lebih berhati hati.

Menggunakan alat bagi semua pekerja

Tips lain dalam mengurangi kecelakaan kerja adalah menggunakan alat keselamatan kerja atau alat safety. Ini merupakan tips dan cara yang paling wajib dalam kawasan pekerjaan konstruksi. Hal ini dikarenakan lingkungan pekerjaan konstruksi yang sangat berbahaya dan dipenuhi dengan barang barang dan alat berat. Untuk mencegah terjadinya cidera ataupun kecelakaan dan meminimalisir dampaknya, maka diwajibkan untuk menggunakan alat safety. Terdapat banyak alat safety yang dapat digunakan untuk tetap aman dalam kawasan konstruksi.

Salah satu contohnya adalah helm safety. Helm safety akan sangat berguna untuk melindungi kepala pekerja dari barang barang jatuh atau barang barang terlempar. Dengan adanya helm safety, setidaknya kepala pekerja akan lebih aman. Selain helm safety, terdapat juga pakaian safety seperti coverall ataupun rompi safety.

Coverall berfungsi untuk melindungi badan dan tubuh pekerja dari zat zat kimia dan serpihan yang dapat terlempar. Selain itu, coverall juga berfungsi untuk melindungi badan pekerja dari noda noda serta kotoran. Selain coverall terdapat rompi safety. Rompi safety, dengan warnanya yang terang dan mencolok, akan menghindari terjadinya kecelakaan kerja terhadap sesama pekerja.

Pelatihan prosedur bekerja

Tips lainnya adalah untuk memberikan pelatihan ataupun penyuluhan tentang prosedur keselamatan kerja. Terkadang, banyak pekerja konstruksi yang belum terlalu mengerti tentang prosedur keselamatan dikawasan konstruksi. Hal tersebut bisa jadi karena mereka pekerja baru ataupun mereka hanya belum terlalu mengerti. Untuk itu, diperlukan arahan yang diberikan oleh perusahaan untuk menerapkan prosedur keselamatan kerja. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara.

Yang pertama adalah untuk melakukan pelatihan keselamatan kerja. Pelatihan tersebut dapat mengajarkan dan mendemonstrasikan kepada mereka cara cara basic dari keselamatan kerja. Selain itu, pelatihan tersebut bisa mendemonstrasikan kepada mereka skenario skenario kecelakaan dan apa yang harus dilakukan oleh pekerja disaat dihadapkan oleh skenario tersebut. Hal ini dapat membuat pekerja cepat tanggap disaat kecelakaan terjadi.

Pengawasan pekerja

Tips terakhir dalam meminimalisir kecelakaan kerja dalam kawasan konstruksi adalah dengan melakukan pengawasan terhadap pekerja. Ini dilakukan oleh atasan yang bernama supervisor. Supervisor ini nantinya akan mengawasi dan mengobservasi setiap pekerja yang berada di kawasan konstruksi.

Jika ada pekerja yang tidak menaati dan mengikuti peraturan keselamatan, maka supervisor harus menegurnya. Supervisor ini juga harus bisa menegakkan tata cara keselamatan kerja dan menindak tegas pekerja yang lalai dalam melaksanakannya.

Nantinya, hasil observasi tersebut dapat dijadikan bahan tinjauan agar dapat meningkatkan keselamatan dan meminimalisir kecelakaan kerja. Hal ini bisa jadi dalam bentuk warning terhadap pekerja yang melanggar peraturan keselamatan tersebut. Selain itu, supervisor juga harus bisa memuji dan memberi reward kepada pekerja yang patuh dalam peraturan keselamatan. Peran supervisor ini sangat penting untuk mengawasi pengimplementasian keselamatan kerja dalam kawasan konstruksi.