2 Jenis Tinta Sablon Pada Pakaian Kamu

Pernah ga sih kamu bertanya-tanya tentang bahan yang terkandung dalam pakaian yang kamu kenakan. Nah jika kamu penasaran boleh nih kamu baca artikel ini. Adapun kandungan itu meliputi bahan garmen. Contohnya seperti dari kain katun maupun kain silk. Fungsinya sebagai bahan dasar pembuatan pakaian kamu. Lalu ada yang namanya tinta sablon. Fungsinya untuk memberikan warna berbeda dengan bahan garment. Sekaligus membentuk motif sablon pada pakaian. Supaya pakaian itu menjadi lebih menarik pas kamu kenakan. Nah penulis ingin kasih tahu nih tentang 2 jenis tinta sablon yang sering dipakai produsen jasa sablon pakaian. Berikut listnya.

  1. Tinta Sablon Water Based

            Jadi jenis ini sering nih dipakai sama produsen jasa sablon pakaian. Soalnya tinta ini cocok banget buat pakaian yang warna garmennya putih. Akan tetapi, hal yang perlu diperhatikan adalah tinta jenis sablon ini cepat luntur. Makanya kamu sering lihat kan pakaian luntur setelah dicuci lebih dari 10 kali. Artinya pakaian itu memakai tinta jenis Water Based. Selain itu, pakaian dengan jenis ini membuat penggunannya lebih adem. Karena pakaian dengan menggunakan tinta ini justru bisa menyerap keringat dengan baik. Sehingga kamu yang sering kegerahan, cocok buat pakai pakaian jenist tinta sablon ini.

  • Tinta Sablon Plastisol Based

            Kalau jenis ini sering nih dipakai buat cetak sablon timbul pada pakaian. Soalnya karakteristik tinta jenis sablon ini kuat dan kokoh. Jadi para produsen jasa sablon pakaian ini lebih menyukai tinta ini jika pakaian yang dipesan harus memiliki motif timbul. Akan tetapi, walaupun tinta ini kuat dan sulit luntur. Tapi tinta ini justru membuat pakaian kamu sulit menyerap keringat. Otomatis kamu sering gerah kan kalau pakai pakaian dengan jenis tinta ini. Kemudian jenis tinta sablon ini pada pakaian membuat tekstur pakaian menjadi tidak halus dan tebal. Sehingga seperti yang sudah dikatakan sebelumnya. Pakaian jenis ini menjadi lebih gerah saat dikenakan

Mengapa Pakaian Kamu Jadi Luntur

Kamu pernah ga sih punya pakaian kesayangan. Pasti ada kan pakaian yang terus-terusan kamu pakai. Sedangkan pakaian lain kamu abaikan saja di lemari baju. Padahal pakaian lain juga udah di beli mahal-mahal. Nah tapi pernah ga sih, tiba-tiba pakaian kamu pas setelah dicuci justru motif pakaiannya jadi luntur. Jadi pakaian kamu ga sekece saat kamu beli di awal. Nah kan pasti kepikiran kan.

            Jadi penulis juga pernah merasakan hal itu. Pakaian yang penulis sukai meluntur perlahan-lahan. Awalnya sih pas dicuci belum ada sepuluh kali, itu pakaian masih bagus saja. Tetapi saat sudah dicuci lebih dari sepuluh kali justru motif gambar di pakaian itu jadi luntur. Sedih sih rasanya saat lihat pakaian kesukaan saya luntur. Lalu penulis pun cari tahu apa sih penyebabnya. Nah berikut nih penyebabnya.

            Pakaian kamu luntur karena memakai tinta Sablon yang jenisnya Water Based. Jadi begini guys, pakaian yang diminati saat ini umumnya adalah pakaian sablon. Akibatnya para produsen jasa sablon pakaian mengikuti tren itu. Nah salah satu motif yang digandrungi masyarakat ialah motif yang tercetak di baju. Dalam artian motif gambar itu menyatu dengan baju. Lalu cara agar motif itu bisa menyatu dengan baju, para produsen jasa pakaian sablon memilih tinta sablon water based.

            Jadi jenis tinta ini tuh sangat sempurna untuk menyatukan antara motif gambar dan garmen. Sehingga saat sudah berhasil dikombinasikan. Maka hasil antar perpaduan motif gambar dengan pakaiannya hampir sempurna menyatu. Sehingga pakaian itu layak untuk dijual di pasaran karena sesuai dengan permintaan pasar. Tetapi konsumen hanya tahu bahwa pakaian itu memiliki motif yang bagus. Tanpa diberitahu bahwa motif itu diciptakan dari tinta yang jenisnya water based.

            Oleh sebab itu, ketika konsumen itu mencuci lebih dari sepuluh kali pakaian tersebut. Maka motif dari pakaian itu akan luntur perlahan-lahan. Jadi tips untuk mengakali ini berdasarkan pengalaman penulis adalah dengan mencuci manual. Dalam artian kalian mencuci menggunakan tangan. Secara ringkas, pakaian itu direndam selama beberapa menit, lalu digosokan agar nodanya hilang. Kemudian direndam kembali dan dibilas. Sehingga motif dari pakaian kamu jadi tidak luntur.

Bagaimana Proses Pembuatan Kain Sutera

            Pernah tidak sih kamu menggunakan pakaian dari bahan kain sutera. Menurut saya pasti kalian pernah kan. Nah tapi pernah tidak sih kalian bertanya-tanya mengenai proses pembuatan kain sutera. Nah bagi kalian yang tertarik untuk mengetahui hal itu. Penulis akan bagikan informasinya bagi kalian nih. Berikut penjelasannya.

            Jadi kain sutera yang sering dipakai produsen jasa sablon pakaian itu pembuatannya dari ulat. Iya ulat kok. Adapun jenis ulat itu dinamakan ulat sutera. Karena memang tujuan dari kehidupannya yah hanya untuk membuat benang sutera. Jadi prosesnya tuh diawali dengan mengembangbiakan ulat itu. Lalu ulat itu dibiarkan hidup selama tiga puluh hari. Tujuannya agar ulat itu bisa memasuki proses kepompong.

            Nah saat proses itu berlangsung dibutuhkan kecakapan dalam mengurusnya. Contohnya dalam merawat ulat sutera itu harus punya tempat yang bersih. Lalu sang peternak juga harus memberi makan setiap jam pada ulat itu. Karena ulat sutera makannya tuh tiap jam. Adapun makanannya sendiri sih simpel seperti dedaunan hijau. Kembali lagi ke proses pembuatan kain sutera.

            Disaat ulat sutera sudah memasuki hari ketiga puluh. Maka ulat itu akan berubah menjadi kepompong. Nah saat proses ini, peternak mengambil kepompong itu. Lalu mereka rebus kepompon itu. Setelah itu, kepompong tersebut lalu ditiriskan. Tujuannya agar kepompong tersebut memiliki alur atau celah dalam kepompong itu. Apabila sudah ada alur di kepompong sutera. Maka kepompong dari ulat sutera sudah dapat dipintal untuk menjadi benang sutera. Adapun benang sutera ini akan dirajut menjadi kain sutera. Disaat pembuatan kain sutera sudah menjadi kain sutera. Maka kain ini sudah bisa digunakan menjadi pakaian sablon oleh produsen jasa sablon pakaian.

            Adapun pasar menunjukan keminatan pada kain sutera ini sebagai bahan pakaian yang berharga tinggi. Hal itu karena pakaian ini sangat mendukung untuk dikombinasikan dengan motif-motif gambar. Seperti kain ini dapat dikombinasikan dengan tinta sablon pakaian. Maupun kain ini dapat dikombinasikan dengan benang bordiran. Ditambah dengan kehalusan dari tekstur pakaian jika menggunakan kain ini. Sehingga konsumen pun suka menggunakan kain sutera. Hal itu pun membuat para produsen jasa sablon pakaian giat menggunakan kain sutera sebagai garmen dalam produksinya.

Industri Sablon Dalam Kehidupan Masyarakat

Dalam kehidupan masyarakat dapat kita temui banyaknya industri sablon di lingkungan kita. Industri itu dapat terbentuk karena permintaan pasar terhadap sablon sangat tinggi. Adapun kegiatan menyablon ini sudah tidak dapat dilepaskan lagi dari kehidupan masyarakat. Soalnya tiap komponen kehidupan pasti berkaitan dengan sablon. Contoh konkretnya seperti saat pesta pernikahan. Maka souvenir yang sering diberikan kepada tamu undangan seperti mug atau gelas. Tetapi di permukaan gelas itu ada tulisan atau gambar tertentu. Nah itu ulah dari industri tersebut.

            Hal itu menjadikan suatu contoh dari realitas di kehidupan masyarakat. Tentang bagaimana industri sablon dan kehidupan masyarakat saling berkaitan. Apabila dilihat dari aspek kehidupan masyarakat. Maka menurut pandangan penulis industri sablon sangat membantu aktivitas tiap anggota masyarakat. Dengan adanya industri tersebut membuat tiap anggota masyarakat bisa memperoleh penampilan yang kece salah satu contohnya.

            Maksudnya adalah jika dilihat dari aspek pakaian. Maka pakaian sablon itu memiliki motif yang unik-unik. Sehingga saat dipakai oleh seseorang maka penampilan dan pembawaan orang itu akan berbeda. Tergantung ia dalam memilih pakaian sablon itu. Jika dia cerdas dalam memilih pakaian sablon. Maka otomatis penampilan dia akan kece. Hal itu akan berdampak pada peningkatan status sosial dia. Khususnya di lingkungan pertemanannya.

            Selain itu, jika penulis melihat dari aspek industri sablon. Maka penulis melihat bahwa para produsen jasa sablon sangat pintar sekaligus cerdik dalam melihat peluang di masyarakat. Mereka berusaha untuk memenuhi permintaan masyarakat sekaligus memperoleh keuntungan. Contoh konkretnya, ketika ada acara event tertentu. Maka para produsen jasa sablon akan menawarkan diri untuk berpartisipasi dalam event itu. Adapun produsen itu seperti produsen jasa sablon banner. Lalu ada pula produsen jasa sablon pakaian. Serta produsen sablon lainnya.

            Berkaitan dengan itu, penawaran yang mereka tawarkan seperti harga yang relatif lebih murah dari competitor lain. Maupun jumlah kuantitas barang yang didapatkan jika bekerjasama dengan produsen jasa sablon tersebut. Karena dalam industry sablon sendiri banyak para produsen jasa sablon. Sehingga mereka harus tetap menjaga eksistensinya. Dengan cara membanting harga jasa sablon.

1 Hal yang Harus Kamu Ketahui Perihal Industri Sablon

Industri sablon di Indonesia telah mengalami perkembangan yang pesat. Bahkan hingga saat ini. Hal itu dapat dilihat dari banyaknya produsen jasa sablon khususnya dalam pakaian bermunculan. Pada dasarnya, hal tersebut terjadi karena permintaan konsumen sangat masif terhadap kebutuhan sablon. Sehingga para pengusaha melihat peluang tersebut dan membuat pabrik jasa sablon seperti pakaian. Nah tetapi, akibat perkembangan zaman. Industri sablon pun mengalami perkembangan. Khususnya di Negara Indonesia. Berikut nih pengetahuan hal yang harus kamu ketahui tentang industri sablon.

  1. Industri Sablon Mulai Berpindah Haluan Menuju Digital

        Jadi jika kamu tahu, dulu tuh industri ini dalam proses pembuatan sablonnya masih manual. Mereka membuat motif sablon dengan membuat frame motif terlebih dahulu. Sehingga membutuhkan proses waktu yang lama. Lalu perpaduan warna dari tinta pada sablon juga tidak sebagus saat ini. Karena yang mengkombinasikan warna adalah manusia. Sehingga tidak bisa memberikan gradien maupun opacity pada motif sablon. Layaknya jika menggunakan komputer.

        Oleh sebab itu, industri sablon mulai berpindah haluan nih. Dari mekanisme kerjanya yang manual banget. Menuju mekanisme kerja yang digital. Dengan bantuan komputer. Tujuannya supaya industri ini pun dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar. Karena mereka dapat mengetatkan pengeluaran dari berbagai aspek. Seperti penggunaan tenaga manusia, penghematan tinta, serta dapat mendesain motif sablon sesuka hati mereka.

        Berkaitan dengan itu, kelebihan dari penggunaan komputer sebagai alat membuat sablon adalah dari aspek desain. Nah industri sablon bisa memenuhi keinginan pasar dengan mudah. Hanya dengan melakukan desain motif melalui aplikasi di komputer. Ditambah dengan menggunakan komputer pun motif sablon nya bisa lebih kompleks. Sehingga hasil motif sablonnya pun lebih kece dilihat.

        Tidak seperti saat sablon dilakukan dengan manual. Gambar atau motif sablon relatif monoton. Karena keterbatasan manusia dalam menggambar secara langsung. Serta frame untuk sablon itu pun sangat sulit diaplikasikan dengan gambar yang sudah diciptakan sebelumnya.

        Makanya kan kamu sering lihat ada toko di E-Commerce yang nawarin jasa sablon pakaian. Ditambah kamu bisa sablon pakaian kamu dalam jumlah berapapun. Hal itu dapat terjadi akibat perkembangan industri sablon yang berpindah haluan. Dari mekanisme kerja yang manual menjadi mekanisme kerja yang digital.

Kenali Perbedaan Teknik Bordir dan Teknik Sulam

Perbedaan Teknik Bordir

            Banyak nih diantara kalian yang masih kebingungan bahkan salah presepsi antara perbedaan teknik bordir dan teknik sulam pada pakaian. Seringkali kalian justru menyamakan arti antara teknik bordir dan teknik sulam. Hayoo ngaku. Nah di artikel ini. Penulis ingin meluruskan nih pemaknaan kalian terhadap perbedaan antara teknik bordir dengan teknik sulam. Yuk kita cari tahu perbedaannya.

            Jadi secara ringkas teknik sulam itu teknik yang menggunakan tenaga manusia. Lah bukannya teknik bordir pun serupa. Iya memang sama-sama menggunakan tenaga manusia. Tetapi yang membedakannya adalah teknik ini hanya menggunakan tenaga manusia saja. Sedangkan teknik bordir tidak. Berkaitan dengan itu, teknik sulam merupakan sebuah teknik dalam membuat hiasan diatas bahan pakaian atau kain. Nah alatnya hanya jarum jahit dan benang.

             Namun yang perlu ditekankan adalah teknik sulam tidak memakai mesin. Lantas jarum yang sudah ada benangnya itu ditusukan ke bahan pakaian atau kain. Dimana dalam menusuknya itu mengikuti pola yang telah dibuat pada permukaan bahan sebelumnya. Sedangkan teknik bordir merupakan teknik yang digunakan untuk membuat pola tertentu. Tapi menggunakan mesin yang dibantu oleh manusia.

            Jadi manusia itu mengarahkan benang pada mesin itu sehingga benang itu membentuk suatu motif. Jadi itulah perbedaan diantara teknik sulam dan teknik bordir. Adapun jika penulis lihat saat ini di kehidupan masyarakat. Orang-orang lebih menyukai hasil dari teknik bordir ketimbang teknik sulam. Contoh konkretnya pada pakaian sehari-hari. Hal itu karena dipengaruhi oleh harga.

            Konsumen di Indonesia lebih menekankan pada harga murah dan berkualitas. Sedangkan apabila pakaian yang dibuat dari teknik sulam justru memiliki harga yang relatif mahal. Karena membutuhkan proses yang cukup panjang. Sehingga konsumen pun lebih memilih pakaian yang dibuat dari teknik bordir. Oleh sebab itu, para produsen jasa bordir di Indonesia sangat digandrungi. Akibat permintaan pasar terhadap jasa bordir untuk membuat pakaian sangat tinggi.

            Sebagai catatan, kamu bisa kok pesan jasa bordir melalui internet. Tidak hanya di toko-toko fisik saja. Kemudian apabila kamu memakai jasa bordir di internet. Harganya pun biasanya lebih murah ketimbang membeli di toko fisik . Lalu kamu pun bisa memesain jasa bordir pada pakaian kamu dengan desain yang sesuka mu tanpa dipungut biaya tambahan.